Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Universitas Muhammadiyah Palopo kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan tim lintas program studi dalam meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun 2026. Program ini merupakan salah satu skema nasional yang mendorong kreativitas, inovasi, dan pengembangan solusi teknologi oleh mahasiswa Indonesia.
Tim mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan melalui judul inovasi “KAOMOS: Sistem Monitoring Multi-Kotak Fermentasi Biji Kakao Berbasis Internet of Things dengan Aplikasi Pendukung Keputusan”. Inovasi tersebut hadir sebagai upaya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung peningkatan kualitas fermentasi biji kakao melalui sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi pendukung keputusan.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, kemampuan problem solving, serta kolaborasi mahasiswa dalam menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat maupun industri. Salah satu bidang dalam PKM adalah PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) yang berfokus pada penciptaan solusi teknologi atau produk inovatif untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat.
Tim pengusul terdiri atas mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi untuk menghadirkan inovasi berbasis teknologi terapan. Adapun susunan tim meliputi:
- Ketua Tim: Abd. Qadir Shaifullah B – Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak
- Anggota: Haidar – Program Studi Teknik Komputer
- Anggota: Jeany Saharani – Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak
- Anggota: Aulia Putri Azzahra – Program Studi Penyuluh Pertanian
- Anggota: Rahmat – Program Studi Bisnis Digital
Dalam pelaksanaannya, tim mendapatkan pendampingan akademik dari Rahmat Siswanto, M.T., selaku dosen pendamping sekaligus Ketua Program Studi Teknik Komputer Universitas Muhammadiyah Palopo.
Ketua Prodi Teknik Komputer menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM-KC tahun 2026. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penerapan teknologi komputer, Internet of Things, dan transformasi digital pada sektor pertanian.
Melalui inovasi KAOMOS, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan sistem yang dapat membantu proses monitoring fermentasi kakao secara lebih efektif, akurat, dan terukur, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas hasil fermentasi biji kakao. Pendekatan berbasis IoT juga sejalan dengan perkembangan pertanian cerdas (smart agriculture) yang semakin berkembang dalam mendukung efisiensi dan produktivitas sektor pertanian berbasis teknologi.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo mampu menghasilkan karya inovatif yang kompetitif di tingkat nasional. Diharapkan capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkontribusi melalui program-program pengembangan kreativitas mahasiswa di masa mendatang.







Leave a Reply